![]() |
| Foto: Getty Images/ilustrasi sejarah masuknya hindu-buddha di nusantara |
Agama Hindu masuk ke Nusantara telah dibawa oleh orangorang India. Hal ini menjadi pertanyaan besar golongan siapa yang membawa mereka ke Nusantara? Sebab di dalam agama Hindu tidak semua yang bisa/boleh menyebarkan agama Hindu tersebut. Oleh karena terdapat para ahli yang menyebutkan adanya beberapa teori masuknya agama Hindu di Nusantara, yaitu:
1. Teori Ksatria
Teori ini sering disebut sebagai kaum prajurit atau kolonisasi yang dikemukakan Bosch menggunakan istilah hipotesa ksatria. Oleh karena, terjadinya sebuah kolonisasi oleh orang-orang India. Kedatangan koloni orang India telah menjadi pusat penyebaran budaya India. Bahkan ada yang berpendapat bahwa kolonisasi tersebut disertai dalam penaklukan.
2. Teori Waisya
Teori ini dikemukan oleh NJ. Krom yang mengatakan bahwa “golongan ksatria bukanlah merupakan golongan terbesar di antara orangorang India yang datang di Nusantara. Sebab orang-orang ter-sebut datang hanya sebagai berdagang. Maka golongan terbesar ialah pedagang. Mereka menepi dan menetap di Nusantara selanjutnya memegang peran dalam penyebaran pengaruh budaya India melalui hubungan mereka dengan penguasa-penguasa Nusantara. Krom meng-isyaratkan kemungkinan adanya perkawinan antara pedagang-peda-gang tersebut dengan perempuan Nusantara. Perkawinan inilah yang melakukan suatu saluran penyebaran pengaruh yang sangat penting. Oleh karena golongan pedangang ter-masuk kasta waisya, Bosch menye-butkan hipotesis ini hipotesis waisya.
3.Teori Brahmana
Van Leur mengatakan bahwa yang membawa pengaruh Hindu ke Nusantara adalah kaum Brahmana, sebab meliputi beberapa alasan, seperti agama, filsafat, kesusastraan, seni arca dan seni bangunan yang ilebih dimengerti oleh kaum Brahmana. Para Brahmana yang datang merupakan atas undangan dari penguasa Nusantara untuk menyelesaikan suatu upacara keagamaan. Sehingga para Brahmana itu mendapat suatu kedudukan terhormat di kalangan Istana.
4.Teori Arus Balik
Menurut Bosch mengatakan bahwa adanya suatu hubungan masuknya budaya India ke Nusantara disebut istilah pe-nyuburan. Terdapat dua jenis proses penyuburan. Pertama, kemungkinan telah terjadi lebih dahulu adalah proses melalui pendeta agama Buddha. Kedua, awal hubungan dagang antara Nusantara dan India bertepatan pula dengan perkembangan pesat agama Buddha. Para pendeta Buddha dengan gigih melakukan perjalanan berbagai negara. Di negeri yang didatangi me-reka kemudian mendirikan sanggha (semacam padepokan atau pesan-tren yang kita kenal sekarang). Kedatangan biksu-biksu India di berbagai negeri ternyata mengundang arus biksu dari negeri-negeri tersebut ke India, khusus Nusantara. Mereka memperdalam ajaran Buddha dan pulangnya mereka membawa kitabkitab suci, relik-relik atau kesan-kesan mereka selama di India. Hal serupa juga dilakukan oleh umat beragama Hindu untuk mengem-bangkan ajarannya. Proses masuk agama Hindu disebabkan orang Nu-santara diutus seorang raja untuk belajar agama Hindu di India, setelah selesai menempuh studi belajar agama, Ia kembali pulang ke Nu-santara dengan menyebarkan ajaran agama Hindu yang telah dianut oleh masyarakat Nusantara (Poespone-goro & Notosusanto, 1984:25).
